Namaku Veny, aku seorang mahasiswi jurusan Sasrta di sebuah universitas negeri di Indonesia.
Ini adalah kali kelima aku pindah ke kosan, setelah begitu banayk masalah dengan 4 kosanku yang dulu. Alasannya tak lain karena banyak maling yang memang terhitung nekad. Mereka ga cuma beroperasi malam, tapi siang bolong juga mereka tak segan menjarah kamar kost. Aku berpikir , daripada aku jadi korban selanjutnya lebih baik aku pindah saja ke kosan lain.
Ibuku yang mendengar keputusanku sudah tak bisa berbuat banyak. Mungkin beliau sudah pusing karena kebiasaanku pindah-pindah kosan terus, tapi aku bilang ke ibu kalau ini akan menjadi kost-an terakhirku, dan aku berjanji ga akan pindah kosan lagi.
Setelah beres-beres dan menata kosan baruku itu, aku berbaring sejenak. Aku melihat arlojiku, menunjukkan pukul 16.45, waktu terasa begitu cepat berlalu.
"ttrrtt...ttrrttt.." Ponselku bergetar, kubuka flip ponselku, "Ibu?" aku mengernyitkan dahi sambil mengangkat panggilan dari ibu.
"Halo,Bu?" tanyaku lemas.
"De, gimana udah pindahan?"
"Udah Bu, ini baru aja selesai rapiin kamar."
"Kamu sendirian, Nak? Aldi kemana? Gak bantuin kamu?" Ibu melontarkan beberapa pertanyaan yang membuatku malas menjawab. Aku memang belum mengatakan pada Ibu bahwa aku dan Aldy sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.
"Nggak Bu, Aldy lagi sibuk sama urusan KKNnya!" jawabku lemas
"Ohh... eh ngomong-ngomong kamarmu madep ke arah mana? Inget pesen eyang ya, jangan sampai salah arah kamar."
"Astaga! Aku lupa!" gumamku "Emmhh...iya Bu, arah kamarnya bener ko! Mmmhh maaf Bu, ade pengen istirahat dulu ya, pegel nih abis angkat2 barang. Nanti telfon lagi aja ya Bu?"
"Iya iya De, istirahat dan jangan lupa makan."
Setelah itu Ibu menutup telfonnya, sementara aku terduduk payah di kasur. Kenapa aku bisa lupa pesan Ibu agar tidak salah arah hadap kamar? Sedangkan tak ada kamar lain yang kosong selain kamarku itu.
Aku tak mau ambil pusing, dan segera mengambil air wudhu lalu shalat maghrib. Aku berdoa pada Allah agar tidak terjadi apa-apa karena kebodohanku ini.
Singkat cerita, subuh tiba. Sekitar pukul 4.30 aku mengambil handuk dan hendak mandi. AKu memang harus bangun lebih awal karena jarak kost dan kampus cukup jauh. Entah mungkin aku yang masih ngantuk, atau salah penglihatanku, sebuah kaki kecil hitam, penuh memar, darah dan luka masuk ke dalam kamar mandi di bagian ujung. Aku mengucek mataku dan mempertajam penglihatanku. "Ya ampun yang tadi apa ya?" Tanyaku dalam hati.
Setelah terdiam cukup lama , akupun masuk ke kamar mandi.
***********
"Hay Ven! Lemes banget!" Naura temanku yang baru datang segera duduk di sampingku.
"Iya nih, hari pertama datang bulan, bikin males ngapa-ngapain!"
"Hmmhh biasa kali itu mah,, eh katanya Lu udah pindah kosan yah?" sahut Naura, aku hanya mengangguk,
"ke mana?" Lanjutnya
"Ke Wisma Mer!" Jawabku lemas
"WISMA MER???" Naura nampak kaget mendengar jawabanku.
"Iya, emang kenapa Na? Kok kaget gitu?" Tanyaku yang jadi penasaran.
"Hah? Eh hehe emmh engga engga... eh ada dosen!" Naura segera membenarkan tempat duduknya. AKu melihat raut mukanya yang berubah jadi aneh.
Perkuliahanpun dimulai..
*************
Pukul 12.20
Naura mengajakku jalan-jalan sambil cuci mata. Dia memang teman yang paling mengerti yang selalu mencoba menghiburku untuk move on dari bayangan Aldy.
"Ven, maen yu? Kemana gitu kita refreshing. Kan Lu udah cape-capean nih kemarin pindahan."
"Mmmh boleh. Berdua doang?"
"Enggak, gue ngajak Tommy juga. Kita pergi pake mobilnya Tommy."
Tommy adalah tunangannya Naura, dan sekarang dia ada bersama kami.
Aku duduk di kursi belakang, sementara Naura duduk di depan bersama Tommy.
"Eh Na gue lupa. Kak, kalo ke kosan aku dulu boleh ga? Aku mau bawa uang sekalian nyimpen buku biar gak berat!" Aku menepuk pundak Tommy yang kupanggil kakak.
"Oke, di Klorofil kan?" Tanya Ka Tommy.
"Enggak Kak, aku udah pindah ke Wisma Mer." Jawabku. Sama dengan Naura, ekspresi wajah Kak Tommy juga kaget saat dia mendengar nama 'Wisma Mer'
"Wisma Mer,Ven? Yang deket TK Belnada itu? Sejak kapan kamu tinggal di sana?" tanyanya.
"Iya Kak, yang deket TK itu. Baru seminggu pindahan sih Kak. " Mendengar jawabanku, Kak Tommy hanya mengangguk.
Mobil meluncur dan tak terasa sudah berhenti di depan gerbang kosku. Pintu selamat datang bertuliskan WISMA MER dengan huruf E yang sudah sedikit miring memang banyak membuat orang yang lewat sana merinding. Terlebih tepat di sebelah kiri itu terdapat sebuah Taman Kanak-kanak yang telah dipenuhi semak belukar. Arena bermain sudah rusak semua, dan TK itu nampak sangat gelap walaupun di siang hari. Terdapat tulisan berbahasa Belanda di sekitaran dinding TK itu, tapi sayang aku tak bisa membacanya satu persatu.
"Kita nunggu di mobil aja ga apa-apa Ven?" Tanya Naura
'Oh iya ga apa-apa lah Na, lagian gue cuma bentar kok. Oke?"
Aku keluar dari mobil dan segra berlalri menuju kamar. Aku ambil bebrapa lamebar uang yang selalu kusembunyikan di dalam brankas. Akupun keluar kamar, tapi..
"Eh lupa! Ngapain bawa ginian?"
Sebua buku sastra yang cukup tebal kukeluarkan dari dalam tasku, dan kulempar ke arah kasur.
"Buk!!" suara buku mengenai kasur, dan "Aduhhhh saaakiiitt!!!"
"Astagaa!! SIapa tuh!!!?" Aku kaget dan berbalik arah saat mendengar suara erangan anak kecil kesakitan dari dalam kamarku. KAu membuka pintu kamar dan tak ada siapapun. Sepi...
Angin berhembus cukup kencang dari dalam kamarku, membuat bulu kudukku merinding. AKu segera mengunci pintu dan berlari keluar menuju mobil.
"Aduh maaf lama!" Ucapku, aku masuk ke mobi lalu mobilpun melaju pergi meninggalkan Wisma Mer.
***********
Kesenanganku hang out bersama Tommy dan Naura membuatku lupa waktu. Kulihat arlojiku ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 23.15.
"Oh My God! Udah tengah malem lagi nih. Balik yu Na?" Ajakku pada Naura
"Iya Ayo! Gue juga udah cape banget nih."
Kami bertiga meninggalkan keramaian saat itu. Naura tampak sangat mengantuk dan segera tertidur di mobil. Aku kembali merasakan sakit perut akibat haid dan membuatku tak bisa tertidur seperti Naura.
Melihatku masih terjaga, Kak Tommy mengajakku ngobrol.
"Ven, kok kamu pindah kosan? Padahal Klorofil lebih deket ke kampus kan?" Kak TOmmy membuka obrolan.
"Iya nih Kak, di Klorofil anak-anaknya gitu ah, mereka egois dan suka ganggu ketenangan orang!"
"Maksudnya?" Kak Tommy keheranan.
"Iya, mereka kalo ngobrol tuh teriak-teriak, ketawa kenceng banget, dan ga tau waktu."
Kak Tommy mengangguk mendengar penjelasanku, "Terus darimana kamu tau Wisma Mer?" dia kembali bertanya.
"Oh itu, aku ga sengaja waktu masih sama Aldy jalan dan lewat ke sana. Yaaa aku rasa wisma itu sepi dan tenang Kak." Kak Tommy kembali mengangguk. AKu teringat kejadian tadi saat aku melempar buku sastraku ke kasur dan mendengar erangan anak kecil. Ingin aku menceritakannya pada Kak Tommy, namun sayang aku sudah sampai.
"Kok sepi banget sih Ven?" Tanya Kak Tommy.
"Iya Kak, aku juga ga tahu penghuni yang lain pada ke mana. Makasih ya Kak udah nganter. Ga usah bangunin Naura, kasian kayanya dia cape."
"Iya sama-sama Ven. Mau kaka anter sampe dalem?" Tawarnya
"Ah Ga usah kak, makasih yah."
"Yaudah kalo gitu, hati-hati Ven!"
Aku keluar dari mobil. Suasana gelap menyambutku malam itu. AKu mendorong gerbang kuat-kuat, cukup berat karena gerbang itu terbuat dari besi yang sangat tebal. Cahaya dari mobil Kak Tommy sangat membantuku menyusuri jalan menuju wisma.
Aku membuka pintu kamar, dan segera membanting badanku di atas kasur. Dengan segera aku terlelap dan tak ingat apa-apa.
Entah itu mimpi atau bukan. AKu tiba-tiba saja berada di sebuah taman yang luas namun gelap dan hanya ada seikit cahaya remang bulan purnama. AKu bingung dan melihat ke sekeliling. Tak lama datanglah dua sosok yang tak kukenali. Sosok seorang wanita tua berbaju hitam panjang, berkulit putih, dengan sanggul rambutnya, dan seorang anak kecil berbaju merah, berambut panjang pirang sedang menangis. AKu bisa melihat ada darah mengalir di kening anak kecil itu.
Aku tak tahu apa yang terjadi. Sepertinya wanita tua itu marah-marah padaku, namun aku tak mengerti apa yang dia bicarakan. Matanya merah melotot dan tangannya menunjuk-nunjuk ke arahku.
"PLAK!!"
Perempuan tua itu menamparku dan segera berlalu meninggalkan aku yang masih berdiri kaku.
*****************
"Tiipppp...Tiiippp..."
Weker berbunyi, sudah pukul 4.30 pagi. Aku terbangun dengan kepala yang benar-benar pusing dan berat. "Huh! Cuma mimpi!" gerutuku. Namun saat aku hendak pergi mencuci muka, aku mendapati pipiku memar merah dan ada bekas jari seperti bekas tamparan. Jantungku berdegup kencang dan aku kembali memastikan apa yang terjadi pada pipi kananku. "Ya Allah, ada apa ini?" ternyata memang benar itu bekas tamparan. Seketika tubuhku terasa melayang dan terkulai jatuh di lantai.
Sepertinya Tuhan masih berpihak padaku. Ponselku berdering dan kulihat 34 panggilan tak terjawab dan semuanya dari Naura. Begitupula 18 pesan yang kuterima dari Naura. Isinya menanyakan keadaanku yang tak masuk kuliah hari ini.
Terdengar deru mobil dari luar. Aku yang masih dalam posisi terbaring tak kuasa melihat ke luar sekedar ingin tahu siapa yang datang. Terjawab. sebuah langkah kaki terkesan mengarah ke kamarku. "Veennn... Venyyy!" Naura berteriak memanggil namaku. Dia memang belum tahu letak kamarku.
"Astaga Veny!" Naura masuk ke kamarku karena hanya kamarkulah yang pintunya terbuka. "Ya Ampun! Pipi lo kenapa?" Naura memangkuku dan memegang pipiku yang masih memar. "Gue panggilin dokter ya?" Dia mengambil ponselnya, namun aku menghentikannya "Jangan Na! Ga usah!" AKu masih lemas.
Tak lama kemudian datang Kak Tommy dengan temannya Kak Barry. Mereka lalu masuk dan menempatkanku di kasur. Terlihat Kak Barry berdiri di luar dan seperti sedang berbincang dengan seseorang. Padahal di sini hanya kami berempat.
Kak Barry memang memiliki kelebihan dalam hal supranatural.
"Kaka sengaja ngajak Barry, karena kaka udah ngerasa ga enak sejak kemarin malem." Kata Kak Tommy. AKu hanya tersenyum dan mengucapkan terimakasih.
Barry masuk ke kamarku dan melihat keadaanku. Dia memegang keningku yang panas karena suhu tubuhku yang naik.
"Kemarin kamu ngelakuin apa aja,Ven?" Kak Barry bertanya padaku. Segera kuceritakan semua yang terjadi, dari awal aku melempar buku sastra hingga mimpi ditampar wanita tua.
Kak Barry mengangguk, kemudian berkata,
"Memang sebenarnya di sini banyak hal yang ga bisa kamu lihat Ven. Suara anak kecil itu adalah suara anak yang ada di mimpi kamu. Saat kamu pergi meninggalkan kamar ini, sebenarnya kamarmu ini ga kosong, mereka para sosok dari dunia lain mengisi kamarmu ini. Sayangnya kamu tiba-tiba kembali dan melempar buku itu sampe kena kening astral anak kecil. Wanita tua yang marahin kamu sampai nampar kamu itu adalah nenek dari gadis kecil itu. Dia marah atas perbuatan kamu sama cucunya."
Aku terdiam, lalu aku berkata "Tapi kan itu bukan salahku kak, aku ga tau mereka ada di sana saat itu."
Kak BArry tersenyum melihatku "Kakak sudah bilang dan minta maaf sama mereka."
"Makasih ya kak." Kataku
Kak Barry mengambil segelas air dan mengusapkannya ke pipiku. Dia bilang besok aku akan sembuh.
**********
Untuk sementara aku menginap di rumah Naura. Aku berpesan pada mereka agar tak menceritakan apapun pada orang tuaku.
Malam harinya aku banyak berbincang dengan kak Barry. Dia bilang wanita tua dalam mimpiku adalah Mer. Seorang wanita Belanda yang membangun rumah besar yang kini sebagian kamarnya menjadi kamar kosku. TK Belanda di sebelah wismaku itu adalah TK miliknya. Namun tepat tahun 1908 terjadi penggusuran hebat terhadap warga Belanda dan menyebabkan Mer tertembak mati bersama murid TK nya. Kecuali seorang anak perempuan bernama Suzzan yang berlari ke dalam rumah Mer dan bersembunyi di dalam kamarku. Tapi akhirnya Suzzan juga terbunuh entah karena apa.
Mungkinkah aku harus pindah untuk keenam kalinya?
Entahlah...
Gadis yang gak jelas kelakuannya dan geje menurut teman-temannya ini sulit mengubah pendiriannya, memiliki cita-cita sebagai seorang pemain musik namun terjebak di kelas bahasa dan sangat tidak mungkin baginya untuk keluar..
Sabtu, 18 Mei 2013
Jumat, 17 Mei 2013
Tragedy Penyelamatan Nyonya
#sorry kalo penyampain
cerita ini kurang menarik!
Jauh-jauh hari, gank ricuh
METAFINA ngerencanain buat renang. Yah gak jauh-jauh, di sekitaran kampus aja,
tepatnya di Gelanggang Renang Bumi Siliwangi UPI (prok..prok...prok!)
Biasanya apa yang kita
rencanain cumah jadi "wacana" belaka, tapi ternyata
keseriussan ini berujung realisasi, kita mutusin buat renang di hari Kamis jam
7 pagi.
Sebenernya firasat ga enak
udah terasa saat si Tanu ngajak rrenang jam 7. Masa iya gue gak mandi pagi dan
harus berjalan di tengah hingar bingar para atlet FPOK yaaanngg cuco cuco??
Tapi demi teman, aku kesampingkan hal itu.
Pukul 07.30 alias satengah
dalapan, ekeu, Nanta, dan Tanu udah siap di gelanggang renang, tingga;
nunggu si nyonya (fifi) yang belum datang. Baru aja gue masuk ke tempat tiket,
ada bapak2 nanyake gue, gini cenah
Bapak : Mau ke mana neng?
Eneng : Mau renang Pak.
Bapak : Kuliah bukan?
Eneng : Bukan Pa.
Bapak : Oh ga bisa, nanti
buat umum mah siang. Jangan turun yah, lagi kuliah renang.
Eneng : Oh iya Pak.
#melengos bari gendok..
Kuceritakanlah percakapan
tadi pada kedua lelaki yang sudah tak sabar ingin menceburkan diri ke dalam
kolam (Nanta dan Tanu), dan mereka berduapun sama syoknya denganku.
Tak lama dari situ,
datanglah si nyonya dengan sweater merah dan masker ungu, dia udah sumringah
mau renang, padahal dia gak tahu kalo rencana pagi ini Gatot...
Setelah tahu demikian,
sang nyonyapun merasa begitu kecewa dengan keadaan. Daku yang saat itu udah
beli gorengan seharga 5000 juga merasa terkhianati (#lebay)
Akhirnya kita berempat
memutuskan utnuk pulang dan menuju ke kosanku yang letaknya cuku jauh dari
gelanggang renang. Dengan langkah gonati aku menyusuri jalan setapak.
Berkali-kali si Tanu nanya “Mel, kunaon didinya emni lemes gitu? Urang mah
biasa we teu jadi renang ge da aya keneh isukan.” Gue ga bisa jawab, cuman
senyum kecut aja huk huk huk..
Akhirnya kita sampai di
kosan tercinta dan segera menggarap tugas tutorial, sebelu si Bos (Rendy)
nyuruh kita buat latihan drama. Jam 10 pagi diriku mandi dan keramas karena
emang udah bau keringet, terus caw ke kampus kecuali si fifi yang masih konsen
sama tugas tutornya. Blah blah blah bleh bleh bleh semua tugas di kampus
selesa, kebetulan di situ ada si Logika, kami teringat kembali akan rencana
berenang di gelanggang. Si Tanu ngajakin si Gika renang bareng, tapi gue
ngingetin dia kalo hari ini masih aada tutorial sampai jam 5. Si Gika udah mau
skip aja tutor, dia udah ogah-ogahan gitu deh (haha)!
Entah Allah yang berada di
pihak si Logika atau memang kebetulan, HP gue tiba2 geter, dan ada smsm dari
Mis Mentor kalo hari ini ga ada tutorial. Bahagialah kami berdua..
Abis itu gue dan Tanu balik ke kosan bawa slain
buat renang dan janjian ketemu di lobby buat bareng ke gelanggang.
Singkat cerita kita udah berganti kostum dengan
kostum renang ala masing-masing. Berjejerlah para perenang yaanngg….. (#aduh
kehabisan kata2), Gue (Meli), Fifi, Logika, Tanu, dan Hananta. Siap nyebur ke
kolam yang cukup dingin dengan paduan kavorit.
Di
kolam pertama yang khusus buat atlet, kita udah pemanasan, walau saat itu terik
matahari begitu membakar kulit. Awalnya si Fifi ga mau neybur ke kolam renang
gara2 panas dan takut kulitnya terbakar. Namun sebuah tragedy terjadi…………………..
#Inilah saat paling menegangkan!
Ketika si Tanu dan logika sedang asyik berenang ke
sana ke mari seperti buruy, gue dan si Nanta tetap berada di pinggri kolam.
“Nan, aku mau renang ke situ, tungguin dulu yah bisi aku tikerelep!” begitu;ah
pesanku pada si Nanta sebelum akhirnya Cleeenngg …. Byuuurrr… Gejebur gejebur…
Si nyonya fifi loncat dari kolam dan berenang mengarah ke tengah kolam yang
memang dalam. Gue dan si Nanta punya fikiran yang sama “ Anjir Gila si nyonya
jago renang…” dan kita berdua menlanjutkan bincang-bincang. Ehhh gak lama
kemudian si nyonya ketawa2 di tengah kolam sambil bilang “ aduh aku lah ga
nyampe sampe sana….” Belum sempat dia menyelesaikan kata2nya, tiba tiba
“Blpblbpbp..hauppp…tolong!...happp tol…happp blblbpp!”
“NAN! ITU SI FIFI TENGGELAM NAN!!!!”
Aku dan si Nanta kaget dan terdiam melihat si fifi
yang timbul tenggelam di kolam renang berkedalaman 2 meter itu.
“LOGIKA! LOGIKA! TOLONGIN ITU SI FIFI TENGGELAM!”
si Nanta turut teriak2, tak menunggu lama,si Logika langsung terjun ke tengah
kolam, anmun apa yang terjadi? Logika yang memang ga baegitu jago renang, dia
juga ikut tenggelam di tengah kolam. Akhirnya si Tanu ngebantuin si Gika, dia
berenang ke tengah kolam. Namun tragis, badan Tanu yang kurus kering itu tak
mampu menahan berat badan Fifi yang memang berbanding jauh dengan berat adan
dia. May be fortunately or unfortunately, terjadilah tragedy kesempatan dalam
kesempitan …. (Hahahahaa…!)
Si Tanu yang memang ga kuat nahan beban Fifi
akhirnya tteriak-teriak minta tolong. Gue cepet2 naik ke pinggir kolam dan
segera teriak2 minta tolong sama seorang Aa yang berada di ujung kolam. Saat
itu gue terlihat bodoh kaya tukang parker, nunjuk sana sini sambil teriak “A
tolongin A ada yang tenggelam!”
Begonya si Aa itu Cuma diem di ujung kolam nan jauh
di sana!
Setelah bertarung mempertahankan nyawa
masing-masing, akhirnya Allah memberikan pertolonga, mereka selamat sampai
pinggir kolam.
Sesampai di pinggir kolam, keduanya batuk2, dan
akhirnya meledaklah tawa kepuasan mereka!
Padahal jantung gue masih berdebar-debar. Dalam
tawanya, si nyonya nyaris menangis!
Akhirnya kita pindah ke kolam yang dirasa lebih
dangkal, yaitu kolam sebelah yang ada papan seluncurnya (Tapi bukan kolam anak
kecil yang ada sosorodotannya)
Air kolam itu agak sedikit asin karena overdosis kavorit
kayanya… hahhaa
Di situ kita berenag bersama dua anak kecil, yang
satu agak putih, badanya kurus, tapi anjir mesum tu anak, masa iya dia megang
paha gue waktu gue lagi duduk di pinggiran kolam???? Sial!
Anak yang satu lagi, bantet, item, dan disebut si
biji kopi karena saking item banget kulitnya. Tapi gue salut sama keduanya,
mereka pada jago renang bangeeettt!! :D
Singkat cerita untuk mengakhiri kegiatan gila kita
di kolam renang, kita semua pada bilas dan berganti pakaian. Satu kebodohan
yang dialkukan sama si Logika adalah saat kita minta di foto, dia malah mencet
tombol rekam.. -_-
Pesan dari cerita ini.
1. Jangan sompral sebelum berenang (Gue sempet
mengatakan “seorang mahasiswa ditemukan mengambang di gelanggang renang)
2. Jangan jajagoanan renang ke tengah kolam kalo
kira-kira belum gaya batu aja belum lancar (Tragedi si nyonya Fifi)
3. Jangan renang sama anak yang bodinya kaya biji
kopi.
4. Jangan gagayaan ngambil foto di glass box kalo satu
nyawa gak mau melayang.
5. Intinya berdoa dahulu sebelum berenang!
Senin, 13 Mei 2013
kisah sedih dalam bis bagian 2
lanjut cerita dari kisah sedih dalam bis bagian 1 yah ceman..
Alesan 2.
Waktu itu libur cukup panjang karena di kalender ada tanggal merah. Akhirnya kuputuskan untuk pulang, tapi sebelumnya seperti biasa aku sholat duha dulu dan berdoa biar dapet bis Ac..
Depan gerbang kampus, aku naik angkot Caheum - Ledeng, dan jantung berdebar saat mendekati daerah Cicaheum.
"Ya Allah beus Ac beus ac beus aaa.... yesss! beus Ac" saat itu aku menemukan sebuah bis 3/4 berwarna orange jurusan Garut-BAndung (jangan disebutin namanya :D)!
Dengan gembira hati akhirnya aku naik bis itu da duduk di bangku ketiga deket jendela, tujuannya biar bisa menikmati pemandangan sambil dengerin musik.
Saat itu ada bapak2 paruh baya duduk sejok sama aku, dan bispun mulai dipenuhi penumpanng. Bis melaju perlahan dan terdengarlah percakapan sopir dan kondektur "Aaahh amcet tah di ujung berung! Wayahnya wee ieu mah kudu diputerkeun!" kukira perjalanan menuju jalan itu akan lebih cepat dari biasanya, dan akhirnya aku tertiidur di dalam bis dengan headset yang menggantunng di kupingku.
"Punten we nya karidoanana kanggo solar ieu mah nambihan!" Sebuiah suara lantang membangunkannku, kondektur itu memberi ultimatum ke semua penumpang bis. Bis dibelokin ke daerah Majalaya-Cicalengka, hujan yang terus mengguyur membuat bannjir di daerah itu. "Ammpuun baru kali ini aku lihat banjir segede gini!" gumamku. Asyik menikmati pemandangan banjir, sbuah tangan menepuk pundakku, aku menoleh dan ternyata itu kondektuur yang mau nagih onkgos. Aku memberikan selembar uang 10 ribu dan satu lembbar 5 ribu. "Neng, 5 rebu deui kanggo solar!" Kata si kondektur itu, "Busyeeeett 20 ribuan cing?" dengan jamedud aku nambah ongkos 5 ribu. namun tiba-tiba terdengar sebuah suara bapak tua di seberang krusi yang aku duduki. Ini adalah kronologisnya BT=bapak tua. EK= emang kendek
BT : naha atuh jadi dua kali lipat?
EK : Muhun pan abdi tadi tos nyarios nambi
BT : Pand abbdi mah nembe ge naek! Padahal mah wartosan, pami anu sanggem mangga lajengkeun pami anu henteu mah sina milari nu sanes.
Setelah percekcokan itu terjadi,sang supir yang mendengar ikut membela si emang kondektur dan ikut memarahi si bapak tua juga.
Sebenarnya aku juga pengen ngasih tambahan ongkos si bapa tua itu, tapi aku takut si bapa tua itu malu, akhirnya aku cuma bisa mnutup telinga menghindari percekcokan itu.Satu kalimat terakhir yang aku dnegar dari bapak tua itu "Nya atuh pan abi mah jalmi teu gaduh, gajih pas pasan, istri di bumi ngarep-ngarep, katambih ieu ongkos meni awis." Si bapak tua itu tertunduk mengangkat kakinya ke atas jok bis.
Tak lama HP ku bergetar, itu papa yang khawatir karena sejak dari 3 jam aku belumsampai rumah. AKu ceritakan bahwa rute perjalanan diputer ke Majalaya-Cicalengka karena banjir, tapi ini makin parah banjirnya. YAng bikin aku terkejut ketika papa bilang "Naon neng, tadi Papah ti Bandung teu macet teu sing, teu banjir dueih, lancar we siga biasana." yang lebih buruk lagi si konedktur berkata "Wah salah belok, kuduna tadi teh tong ka kanan..."
Andai aku wonderwomen, ingin rasanya aku memanggil sopir dan kondektur yang marah2 tadi dan berkata..................
KAAAMMMEEEE HHHAAAAMMMEEEE......!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Alesan 2.
Waktu itu libur cukup panjang karena di kalender ada tanggal merah. Akhirnya kuputuskan untuk pulang, tapi sebelumnya seperti biasa aku sholat duha dulu dan berdoa biar dapet bis Ac..
Depan gerbang kampus, aku naik angkot Caheum - Ledeng, dan jantung berdebar saat mendekati daerah Cicaheum.
"Ya Allah beus Ac beus ac beus aaa.... yesss! beus Ac" saat itu aku menemukan sebuah bis 3/4 berwarna orange jurusan Garut-BAndung (jangan disebutin namanya :D)!
Dengan gembira hati akhirnya aku naik bis itu da duduk di bangku ketiga deket jendela, tujuannya biar bisa menikmati pemandangan sambil dengerin musik.
Saat itu ada bapak2 paruh baya duduk sejok sama aku, dan bispun mulai dipenuhi penumpanng. Bis melaju perlahan dan terdengarlah percakapan sopir dan kondektur "Aaahh amcet tah di ujung berung! Wayahnya wee ieu mah kudu diputerkeun!" kukira perjalanan menuju jalan itu akan lebih cepat dari biasanya, dan akhirnya aku tertiidur di dalam bis dengan headset yang menggantunng di kupingku.
"Punten we nya karidoanana kanggo solar ieu mah nambihan!" Sebuiah suara lantang membangunkannku, kondektur itu memberi ultimatum ke semua penumpang bis. Bis dibelokin ke daerah Majalaya-Cicalengka, hujan yang terus mengguyur membuat bannjir di daerah itu. "Ammpuun baru kali ini aku lihat banjir segede gini!" gumamku. Asyik menikmati pemandangan banjir, sbuah tangan menepuk pundakku, aku menoleh dan ternyata itu kondektuur yang mau nagih onkgos. Aku memberikan selembar uang 10 ribu dan satu lembbar 5 ribu. "Neng, 5 rebu deui kanggo solar!" Kata si kondektur itu, "Busyeeeett 20 ribuan cing?" dengan jamedud aku nambah ongkos 5 ribu. namun tiba-tiba terdengar sebuah suara bapak tua di seberang krusi yang aku duduki. Ini adalah kronologisnya BT=bapak tua. EK= emang kendek
BT : naha atuh jadi dua kali lipat?
EK : Muhun pan abdi tadi tos nyarios nambi
BT : Pand abbdi mah nembe ge naek! Padahal mah wartosan, pami anu sanggem mangga lajengkeun pami anu henteu mah sina milari nu sanes.
Setelah percekcokan itu terjadi,sang supir yang mendengar ikut membela si emang kondektur dan ikut memarahi si bapak tua juga.
Sebenarnya aku juga pengen ngasih tambahan ongkos si bapa tua itu, tapi aku takut si bapa tua itu malu, akhirnya aku cuma bisa mnutup telinga menghindari percekcokan itu.Satu kalimat terakhir yang aku dnegar dari bapak tua itu "Nya atuh pan abi mah jalmi teu gaduh, gajih pas pasan, istri di bumi ngarep-ngarep, katambih ieu ongkos meni awis." Si bapak tua itu tertunduk mengangkat kakinya ke atas jok bis.
Tak lama HP ku bergetar, itu papa yang khawatir karena sejak dari 3 jam aku belumsampai rumah. AKu ceritakan bahwa rute perjalanan diputer ke Majalaya-Cicalengka karena banjir, tapi ini makin parah banjirnya. YAng bikin aku terkejut ketika papa bilang "Naon neng, tadi Papah ti Bandung teu macet teu sing, teu banjir dueih, lancar we siga biasana." yang lebih buruk lagi si konedktur berkata "Wah salah belok, kuduna tadi teh tong ka kanan..."
Andai aku wonderwomen, ingin rasanya aku memanggil sopir dan kondektur yang marah2 tadi dan berkata..................
KAAAMMMEEEE HHHAAAAMMMEEEE......!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Sabtu, 11 Mei 2013
kisah sedih dalam bis bagian 1
Oke, ini bukan kisah kasih dalam bis, melainkan kisah sedih dalam bis. Beberapa hal ini mungkin merupakan alasan kenapa ekeu males mudik pake bis.. Ceki brooh!
Alasan 1.
Waktu itu aku sama saudari kembarku berencana mau balik ke Bandung. Setelah cukup lama nunggu Bis (biasanya kita nunggu depan In*** Mart depan alun2) akhirnya salah satu bis berukuran gede muncul dari kejauhan dengan suara klakson yang cukup merdu "tooottt...toott" mau tak mau kita naik bis itu.
Berhubung waktu itu emang terhitung libur panjang, alhaasil bis yang kita tumpangi penuh sesak. Kita berduapun terpaksa berdiri sambil megangin besi yang disediain buat pegangan.
Mataku tertuju pada sosok bapak2 kurus, kering, item, pake topi lusuh dan jaket hadiah dari promosi salah satu merk sepeda motor, eh bit bit bukan si bapaknya yang jadi sorotan perhatianku, melainkan 3 orang anak perempuan yang mengiringinya. Mungkin karena si bapak itu ga bisa bayar kursi bis full buat anak2nya, terpaksa ketiga anak perempuan itu berdiri dan sedikit mepet2 ke paha si bapak yang sedang tertidur lelap sekedar untuk duduk. Aku bisa ngira2, kalau meereka itu bersaudara. Anak yang paling gede kira2 umurnya 8 atau 9 tahunan lah, yang kedua 6 atau 7 tahun, nah yang terahkir balita tuh, tapi udah cukup lah sekitar 5 tahunan (#lho?).
Mereka semua pake pakean lusuh, berkerudung, dan bajunya tuh penuh noda-noda gitu. Mereka kayanya belum pada mandi, soalnya yaaa kalian bisa bayangin sendiri keadaan mereka kaya gimana. Hatiku terhenyak ngeliat mereka yang polos pada kecapean, terlebih anaknya yang bungsu sepanjang perjalanan terus tidur. Sementara dua anak yang lain aasyik dengan kegiatan mereka masing2. Aku cuma terpaku dan terus berpikir "Emaknya kemana sih?" malah awalnya aku kira ibu2 hebring yang duduk deket mereka itu adalah ibunya, eh ternyata orang lain (diketahui si ibu hebring itu turun di tempat yang berbeda)
Kebiasaanku sebelum naik bis adalah..... jajan di mini market. Aku dan kembaranku punya cemilan favorit yang sama, yaitu Nori, kwaci, dan minumnya teh kotak. Kebetulan aku beli 3 sheets nori pedas, suaasana bis yang sesak bikin kepalaku pusing, dan akhirnya aku mutusin buka salah satu nori. Kayanya ketiga anak itu dengar krasak krusus aku ngoreh ngoreh nori dari dalem tas, mereka ngeliat refleks ke arahky daaannn terjadilah adegan kutap ketap...
Aduh aku ga tahu deh harus gimana, abisnya aku juga suka noriiii T,T
Akhirnya aku makan nori itu sambil merem, sampe nori abis dan aku buka mata, mereka masih ngeliat ke arahku.
Oh! Yuupiii!
Aku inget aku juga beli yupi sebungkus waktu itu, tapi sialnya yupi itu terperosok ke dalam tas paling dalem, dan akhirnya aku ga jadi ngasihin ke anak2 itu.
"Dangdeur persiapan dangdeur dangdeuuuurrr"
Setelah komandan bis memberikan isyarat, akhirnya beberapa penumpang turun di daerah dangdeur. Aku bernafas lega karena akhirnya bisa duduk manis dan mendengarkan musik.
Tapi lagi-lagi ketenanganku terusik. Ketika kursi kosong yang ditempatin si bapak dengan tiga orang putrinya itu mulai penuh diduduki anak-anak tadi, si kondektur bis nyuruh mereka pergi karena ada penumpang lain yang mau duduk. Si bapak kewalahan ngurusin posisi anak-anaknya, untung penumpang ynag mau duduk itu berbaik hati dan menyuruh anak2 itu duduk lagi.... di pangkuanyaa (#cciieeee :D)
Akhirnya sampai juga aku di terminal Cicaheum, huaaaahhh bis berhenti dan turunlah semua penumpang. Aku masih nyari2 bapak dan anak2 itu, eh ternyata mereka udah nyampe duluan di depanku, dengan posisi yang sama, si anak bungsu dalam pangkuan si bapak karena masih lelah, dan dua orang lagi ada di samping si bapak. Dengan bahagia, ketiga anak2 itu loncat-loncat entah kenapa, mungkin ini kali operrtama mereka main ke Bandung (tapi dulu aku asa teu kitu ah -__-), tanpa ingin menyaksikan kejadian haru lagi, aku dan kembaranku langsung naik angkot caheum-ledeng menuju tujuan kami selanjutnya. Tapi aku masih mikir "Mereka mau pada ke mana? dan si Emaknya ke mana sih? ko ga ada?"
Sabtu, 04 Mei 2013
Me.Ta.Fi.Na
Hahaa oke oke ini gue ama temen-temen,,,
Gue kenalin yah, tapi bacanya dari kanan ke kiri biar nyambung jadi Me.Ta.Fi.Na..
yang paling alim (hahah!) itu Gue, Meli sebagai singkatan awal [ME]
yang agak mmhh baby face (mau dibaca babeuy juga boleh) doi Tanu [TA]
yang rambut pirang itu palin modis gayanya Fifi [FI]
yang terakhir gaya agak kul (gak pake-imis) doi Nanta [NA]
dan tergabunglah nama METAFINA...
Ceritanya dulu nama group ini MeTaNa, karena dulu si Fifi belum masuk. nama Metana sendiri terbentuk di warnet KOPMA BS UPI dulu..
Hal yang paling gue kangenin dari sini tuuuuuhhh....
Kita satu kelas dan sama-sama ngambil Jurusan Sastra Inggris di Fakultas dan Universitas yang sama..
Kalo abis kuliah dulu, kita sering termenung merenungi nasib dan masa depan yang sebegitu cerah menyilaukan mata..
Tempat nangkring favorit kita ya di Taman Partere, taman yang konon "ada penunggunya" itu buat kita adalah tempat paling sejuk dan teduh..
Kita sering ngelamunin hal-hal gila di tempat itu...
Gak cuma di partere, kita jug sering nyatronin kost-kostan masing-masing (kecuali Nanta sang pengembara kosan)
Biasa lah di kosan kita ngomongin banyak topik...
hahaha takut deh gue kalo cerita di sini hahaha
Tapi itu dulu...
Saat mata kuliah cuman skill doang, dan begitu banyak waktu luang setiap harinya...
Sekarang kita jarang ngelamun dan berbagi cerita lagi nih T,T
Tugas kuliah yang semakin banyak merenggut massa indah kami (Tragis..)
Setiap waktu luang yang tersisa kami gunakan untuk istirahat, bahkan di akhir pekan saja kami tak bisa bermalam mingguan layaknya para remaja yang sedang dimabuk cinta (dulu gue masih jomblo bray, sebelum akhirnya gue cinlok di acara P2M, hahaa)
Gue sering gak habis pikir, gimana kalo kita udah lulus nanti..
Maksudnya, siapa duluan ya yang bakal lulus? hehehe (Aku dong Ya Allah...)
hahaha perjalanan kita masih cukup panjang untuk menuju wisuda...
Tapi gue pasti bakalan inget trus sama kebersamaan MeTaFiNa selama kuliah...
Ah udah ah gue jadi sedih...
Suka Duka kita lalui bersama ya Guys...
Lulus hiji, Lulus kabeh...
Inget prinsip kita...
aaaammiinnn...
Kalo lihat foto ini, gue jadi keinget pacar nih...
Sampe sekarang gue belum sempet terus foto bareng dia,,
Padahal gue pengeeeeeeennn banget punya kenangan yang bisa disimpen...
Yaaa jodoh kan siapa tau guys...
Tapi kini yang tersisa cuma foto dia pake kemeja putih, dasi item, yang selalu gue pajang di dompet gue...
Hiks hiks miris rasanya punya foto KTP pacar.. huueee...
nanti lah foto-fotonya pas pra pernikahan hahahaa
doakan saja jodohnya baik :D
(Semoga aja dia baca teks ini aammiinn)
hahahaa udah ah cape...
bubbye,,,, [GaJe Si Meli...]
Jumat, 03 Mei 2013
Preface haha :D
Oh God!
Gue gak pernah tahu ada apa dengan blog ini. Pasalnya semua postingan gue ilang padahal itu postingan isinya tugas-tugas Writing gue di smester 3 (For Academic Purposes)!
Gila deh, awalnya gue kaget dan pengen nangis, tapi setelah teringat smester 3 kemaren gue dapet nilai A buat writing academic (parah di bold pake merah lagi! Ampun DJ!), hahha padahal tenses gue ga begitu bagus bagus amat (penghamburan kata)!
Oke Guys, satu hal yang ga akan pernah gue lupa tentang blog ini,, mmmhhh yang pasti kenangan indah lah sama pacar gue! [Bagja]
Berawal dari kepanikan yang maha dahsyat karena dosen writing nugasin buat ngepost tugas dari week 1 sampe week bladot di blog, dan saat itu 2 Blog gue pas SMA ga bisa dibuka, mau bikin lagi gue lupa caranya, and finally gue lari ke UPI Net buat WiFi-an tentunya..
Dibantu pacar gue yang ganteng dan baik hati itu, akhirnya gue dapetin ini Blog...
fiuuhh (-,-')>
Hahahaa..
Akhirnya gue ngepost satu demi satu materi yang udah diajarin, yaaaaa ngebladot lagi, blah bleh bloh sana sini yang penting kewajiban gue terlaksana...
hahhaa...
#sorry agak gila sih di sini haha
Tapi jujur gue malu banget nulis di blog pake bahasa Inggris, walau notabene gue jurusan itu, tapi tetep aja deh gue ngerasa ini sebagai penyombongan diri atas kesalahan (Ammpuuunn DJ!)
Tapi mau gak mau yah gue nulisa aja hahhaaaa
akhirnya writing academic gue dapet A hahaha
Tapi itu bukan pure buatan gue (pasti pada ga percaya)!
Di balik itu semua ada 2 orang sahabat gue yang top dah!
Yep! Nanta sama Tyas namanya!
MAkasih yah berkat kalian aku jadi dapet A buat writing academic (mulai lagi hahaa)!
Oke deh ga ada yang perlu ditulis lagi meureunan !
Intinya mah sih enjoy aja buka and baca blog gue, da ini mah bahasanya slenge-an ga usah formal gitu deh, da bukan wiritng academic ini mah, udah dapet A da hahahaa (Bangga aajjiipp!)
Okeh kitu we lah, enjoy my blog and see you for the next topic weh!
Langganan:
Komentar (Atom)
+copy.jpg)