Oke, ini bukan kisah kasih dalam bis, melainkan kisah sedih dalam bis. Beberapa hal ini mungkin merupakan alasan kenapa ekeu males mudik pake bis.. Ceki brooh!
Alasan 1.
Waktu itu aku sama saudari kembarku berencana mau balik ke Bandung. Setelah cukup lama nunggu Bis (biasanya kita nunggu depan In*** Mart depan alun2) akhirnya salah satu bis berukuran gede muncul dari kejauhan dengan suara klakson yang cukup merdu "tooottt...toott" mau tak mau kita naik bis itu.
Berhubung waktu itu emang terhitung libur panjang, alhaasil bis yang kita tumpangi penuh sesak. Kita berduapun terpaksa berdiri sambil megangin besi yang disediain buat pegangan.
Mataku tertuju pada sosok bapak2 kurus, kering, item, pake topi lusuh dan jaket hadiah dari promosi salah satu merk sepeda motor, eh bit bit bukan si bapaknya yang jadi sorotan perhatianku, melainkan 3 orang anak perempuan yang mengiringinya. Mungkin karena si bapak itu ga bisa bayar kursi bis full buat anak2nya, terpaksa ketiga anak perempuan itu berdiri dan sedikit mepet2 ke paha si bapak yang sedang tertidur lelap sekedar untuk duduk. Aku bisa ngira2, kalau meereka itu bersaudara. Anak yang paling gede kira2 umurnya 8 atau 9 tahunan lah, yang kedua 6 atau 7 tahun, nah yang terahkir balita tuh, tapi udah cukup lah sekitar 5 tahunan (#lho?).
Mereka semua pake pakean lusuh, berkerudung, dan bajunya tuh penuh noda-noda gitu. Mereka kayanya belum pada mandi, soalnya yaaa kalian bisa bayangin sendiri keadaan mereka kaya gimana. Hatiku terhenyak ngeliat mereka yang polos pada kecapean, terlebih anaknya yang bungsu sepanjang perjalanan terus tidur. Sementara dua anak yang lain aasyik dengan kegiatan mereka masing2. Aku cuma terpaku dan terus berpikir "Emaknya kemana sih?" malah awalnya aku kira ibu2 hebring yang duduk deket mereka itu adalah ibunya, eh ternyata orang lain (diketahui si ibu hebring itu turun di tempat yang berbeda)
Kebiasaanku sebelum naik bis adalah..... jajan di mini market. Aku dan kembaranku punya cemilan favorit yang sama, yaitu Nori, kwaci, dan minumnya teh kotak. Kebetulan aku beli 3 sheets nori pedas, suaasana bis yang sesak bikin kepalaku pusing, dan akhirnya aku mutusin buka salah satu nori. Kayanya ketiga anak itu dengar krasak krusus aku ngoreh ngoreh nori dari dalem tas, mereka ngeliat refleks ke arahky daaannn terjadilah adegan kutap ketap...
Aduh aku ga tahu deh harus gimana, abisnya aku juga suka noriiii T,T
Akhirnya aku makan nori itu sambil merem, sampe nori abis dan aku buka mata, mereka masih ngeliat ke arahku.
Oh! Yuupiii!
Aku inget aku juga beli yupi sebungkus waktu itu, tapi sialnya yupi itu terperosok ke dalam tas paling dalem, dan akhirnya aku ga jadi ngasihin ke anak2 itu.
"Dangdeur persiapan dangdeur dangdeuuuurrr"
Setelah komandan bis memberikan isyarat, akhirnya beberapa penumpang turun di daerah dangdeur. Aku bernafas lega karena akhirnya bisa duduk manis dan mendengarkan musik.
Tapi lagi-lagi ketenanganku terusik. Ketika kursi kosong yang ditempatin si bapak dengan tiga orang putrinya itu mulai penuh diduduki anak-anak tadi, si kondektur bis nyuruh mereka pergi karena ada penumpang lain yang mau duduk. Si bapak kewalahan ngurusin posisi anak-anaknya, untung penumpang ynag mau duduk itu berbaik hati dan menyuruh anak2 itu duduk lagi.... di pangkuanyaa (#cciieeee :D)
Akhirnya sampai juga aku di terminal Cicaheum, huaaaahhh bis berhenti dan turunlah semua penumpang. Aku masih nyari2 bapak dan anak2 itu, eh ternyata mereka udah nyampe duluan di depanku, dengan posisi yang sama, si anak bungsu dalam pangkuan si bapak karena masih lelah, dan dua orang lagi ada di samping si bapak. Dengan bahagia, ketiga anak2 itu loncat-loncat entah kenapa, mungkin ini kali operrtama mereka main ke Bandung (tapi dulu aku asa teu kitu ah -__-), tanpa ingin menyaksikan kejadian haru lagi, aku dan kembaranku langsung naik angkot caheum-ledeng menuju tujuan kami selanjutnya. Tapi aku masih mikir "Mereka mau pada ke mana? dan si Emaknya ke mana sih? ko ga ada?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar