(illustrated by Rizky Zakaria,2013)
Cerita
ini terjadi sekitar 2 tahun lalu saat aku baru masuk dunia perkuliahan.
Kampusku cukup besar dan memiliki banyak "jalan tikus" yang sering
membuatku pusing dan jadi salah belokan menuju tempat kosan.
Waktu
itu, kosanku masih di daerah Geger Arum nomor 35 dan terbilang cukup jauh ke
FPBS (my faculty), yaaaaaa dari ujung ke ujung lah...
Sore
itu aku sedikit pusing dengat tugas Reading Generalku yang baru saja diberikan
dosen. Aku minta tolong sama temenku buat ngerjain tugasku itu, akhirnya
sekitar pukul 17.30 aku pergi ke kosan temenku di Asrama Cilimus Indah. Aku
sengaja melewat shalat maghribku karena takut kemalaman di jalan menuju ACI.
Sesampainya
di kosan temenku, aku langsung garap tugas. Sebenarnya aku bisa beresin tugasku
sendiri di kosan, tapi sayangnya waktu itu aku tergoda ingin tahu kosan
temenku. Maklum dulu masih mahasiswi baru, jadi penasaran sana sini.
(foto aku waktu masih berstatus mahasiswi baru)
Ga
nyampe setengah jam, tugasku selesai. KAmi ngobrol dulu sebentar dan akhirnya
kita makan bakso di sekitaran kosan. Setelah cukup lama dan waktu sudah
menunjukkan pukul 20.00, aku pamit pulang dan diantar temanku dampai gang
keluar ACI. Edan! Aku yang tadi ngerasa berani pulang sendiri ngedadak takut
karena sepanjang jalan itu gelap banget. Aku minta anter ke temenku itu tapi
dia juga sama takut, hal yang bikin kita berdua takut tuh gara-gara waktu itu
santer kabar video penampakan pocong di Gymnasium. Akhirnya aku beraniin
tanya-tanya ke kerumunan gadis-gadis yang lagi ngobrol dekat situ.
"Teh
punten, ada yang pulangnya ke Geger Arum gak?" beberapa di antara
mereka sedikit celingukan dan akhirnya ada yang angkat bicara. "Oh ada
teh, itu (sebut saja namanya Melati) Melati pulang ke sana kok." Dari
aksen bicaranya, kayanya mereka bukan asli Bandung, ah tapi tak apa yang penting
aku ada temen pulang malam ini.
Akhirnya
aku dan Melati pulang bareng, berdua menyusuri jalan setapak. kami sempat
berkenalan, dia ternyata mahasiswi rantau dari Kepulauan Riau dan di sini dia
tinggal di Asrama Kampus. Sial! ini berarti aku harus melanjutkan pulang
sendirian di gelapnya malam. Tapi yang palin parah lagi, dengan logat khasnya,
polos, Melati berkata "Aku juga disuruh cepat-cepat pulang sama temenku.
KAtanya ada teman satu asrama yang kesurupan." otomatis dengan pernyataan
itu aku tersentak kaget "HAH??KESURUPAN?" Aku berhenti di hadapan
Melati yang hanya tersenyum melihatku.
"Yuk
meli, aku sudah sampai. Ku doakan ya kamu selamat sampai kosan dan Allah
melindungi kamu, Gak usah takut ya Meli. Tidak akan apa-apa kok." Masih
terdengar jelas sampai sekarang lemah lembutnya cara Melati bicara, yang jauh
gordes dibanding aku. Dia menepuk pundakku dan berbelok ke arah asrama kampus.
Kulihat Melati masuk ke asrama, dan terdengarlah suara jeritan teman Melati
yang kesurupan itu.
Aku
mempercepat langkahku menuju Gymnasium. Sambil menggerutu aku fokus melihat ke
arah jalan. "Sial, kenapa aku harus mendengar desas desus kakak tingkat
waktu MOKA tentang video 'sugus' di Gymnas sih?? Bikin Galau aja."
Tak
terasa sekarang aku sudah berada di depan Balai Bahasa. Aku memutuskan untuk
berbelok ke arah FIP, tapi….. ternyata gelap gulita menyelimuti jalan itu. Aku
memutar balik dan kembali ke depan Balai Bahasa. Tepat di atas kantin UPI Net,
ada seorang cowo tinggi kekar berotot, saat itu aku bener-bener takut dia orang
jahat, tapi ternyata dia cumin mau On Line aja di sekitarah BB. Dia sempat
melihat ke arahku yang celingukan dan berkata “Ngapain di sini?” aku Cuma diam dang
a tau harus gimana. Dia lanjut berkata “Gak baik loh cewe malem-malem ada di
sekitaran kampus. Pasti maru ya?” dia sedikit terlihat ngusilin, dan akupun
berlari darinya. Eh dia malah teriak “Mau gua anterin pulang ga?” sambil lari
aku teriak “Ngga usah A, makasih.” Walau dalam keadaan setengah berlari, aku
dengan cowo itu tertawa sambil teriak lagi “Jangan lari hooy,, takut ya? Hahha”
Aku Cuma bisa mengumpat dia .. -_-
Entah
gimana ceritanya, yang pasti aku hanya mencari seberkas sinar lampu yang memang
sangat jarang sekali di sekitaran kampus. Kini aku sudah ada di jalan depan
FPBS lama. Mungkin di antara kalian ada yang tahu tentang kasus pembunuhan
salah satu Mahasiswa seni yang saat itu
jadi topik hangat di kampus, hal itu sedikit membuatku takut karena terdapat
sebuah spanduk bertulis “Selamat Jalan Kawan” itu terpampang di gedung FPBS
Lama. Karena bingung dan waktu hamper menunjukkan pukul 10 malam dan di sana ga
ada satu orangpun, aku berdoa pada Allah. Gini doanya.
“Ya Allah Ya
Tuhanku, maaf mungkin aku udah ngelewatin shalat maghribku tadi. Tapi aku mohon
jangan siksa aku dengan tersesat kaya gini. Ya Allah yang MAha Pengampun,
tolong kirimkan Malaikat-Mu biar aku ada yang nemenin pulang.”
Tak lama dari doa itu, aku melihat seberkas cahaya dari
kegelapan. Aku mengikuti cahaya itu dan ternyata itu adalah cahaya rokok dari
seorang Aa Aa pake kemeja putih, celana bahan hitam, bawa tas, dan sepertinya
dia mahasiswa sini juga. Aku beraniin diri deketin dia dan bertanya.
Aku : A
mau ke mana?
Si Aa :
Hah? Oh mau ke kosan temen. Kenapa gitu?
Aku : Oh
kosan temennya di mana A?
Si Aa : Di
deket MIPA.
Aku : Oh
kebetulan aku juga lewat sana. Bareng ya A?
Si Aa : Oh
boleh..
Setelah itu kamipun berjalan menyusuri gelapnya
malam. Melewati Lab School dan beberapa gedung yang saat itu belum terpakai. Gedung-gedung
yang dipenuhi tanaman liar nan gelap, menambah genting suasana. Tiba-tiba si Aa
tanya, “Abis dari mana malem-malem gini?”. Aku langsung menceritakan semuanya
ke si Aa, dan dia cumin manggut-manggut. Tepat di depan perpustakaan, si Aa itu
tiba-tiba cerita “Kalo malem-malem jangan keliaran di kampus sendirian. Apalagi
di perpustakaan tua ini, konon kata temen-temen saya, di sini suka ada yang
baca!” Nada bicara si Aa itu sungguh engga banget. Tapi aku penasaran, terus
aku Tanya “Wah? Di perpus ini A?” sambil menyedot rokoknya dia mengangguk dan
berkata lagi “Iya di sini………………..(diam sejenak) Ya iya lah ada yang baca, da
ini mah perpus! Hahahaha ” Asli garing banget -__- dia ngakak sendirian. Aku Cuma
nyengir kuda aja.
Tak terasa perjalanan sudah mendekati MIPA. Kebetulan
gedung FPMIPA yang berhadapan dengan gedung FIP waktu itu belum jadi. Masih kerangka
gedung yang terlihat serem banget. Lagi-lagi si Aa itu ngomongin mistis.
Aa : Nah,
gedung ini banyak hantunya tau? Tuh lihat serem gini. Mana gelap lagi.
Aku : Ya itu mah
wajar kali A, kan karena kelamaan ga beres gedungnya, jadi aja ditempatin sama ‘itu’
Aa :
Engga ih, ini gedung emang udah angker dari dulu. (sedikit maksa)
Aku :
(mengangguk) Oh…
Aa :
Eh kok kamu percaya sama saya sih? Saya kan bukan manusia. (Nyedot rokok)
Aku :
Hhmmhh percaya percaya Aa bukan manusia.
Aa : Eh asli
beneran saya bukan manusia, nih buktinya Hihihiiiiihii (ngangkat tangan kaya
genderuwo)
Aku :
hahaha (Ketawa terpaksa)
Aa :
Eh siapa namanya?
Aku :
Meli, A. (senyum sambil salaman)
Aa :
Oh saya Ridwan, jurusan apa?
Aku :
Sastra Inggris A.
Aa :
(ngangguk-ngangguk) Oohh..
TAk terasa kami sudaha da di depan gang cempaka. Tternyata
di situ kami berbeda jalur.
Aku : A
makasih yah udah nganter. Hehe
Aa :
Eh bayar 20 ribu!
Aku :
(rogoh saku)….
Aa :
Hahahaa engga ih becanda. Polos banget sih!
Aku : Eh
ga apa-apa A, ikhlas kok.
Aa :
Ih udah! Kos di mana? Mau sekalian anter sampai kosan ga?
Aku : Ah
ga usah A, sampe sini aja. Makasih ya A.
Aa :
ya udah, hati-hati di jalan. Ga usah lari.
Aku : Iya
A, makasih ya.
Dan perjalananpun berakhir sampai di situ. Aku sampai
di kosan tepat pukul 10 malam, dan aku habis dimarahin si teteh. Huhuuu..
Hal yang saat itu baru kefikiran adalah hubungan
antara si Aa yang aku temui itu sama doa yang aku panjatkan ke Allah.
Aku bilang ke Allah agat kirim malaikat-Nya untuk
nganter aku pulang. Dan ternyata Allah mempertemukan aku sama si Aa yang
bernama Ridwan itu, as we know ya guys , salah satu nama malaikat yang wajib
diketahui itu kan ada yang bernama Malaikat Ridwan yang bertugas menjaga syurga.
Kalo inget hal itu aku cuman bisa bersyukur dan tersenyum. Sayang aku ga inget
wajah si Aa Ridwan dan gak tahu dia jurusan apa.
Doaku untuk A Ridwan di manapun dia berada,
terimakasih udah nemenin aku pulang, walau kita baru ketemu saat itu, tapi Aa
udah baik banget dan gak ada niat jahat sama aku. Makasih ya A, semoga Allah
melancarkan segala urusanmu dan Aa mendapat kemudahan seperti mudahnya aku
melewati kegelapan di kampus bersama Aa. Aaammiinnn..
#notes
1. Ingatlah
Allah dimanapun kalian berada
2. Utamakan
shalat daripada urusan duniawi
3. Jangan
berkeliaran malam-malam buat cewe
4. Jangan
gegabah kenalan sama orang sebelum minta petunjuk sama Allah


Tidak ada komentar:
Posting Komentar